Kumpulan Contoh Cerpen Cinta Romantis Sedih Singkat Terbaru Terbaik

Cerpen Cinta: Cintaku Yang Khianat

Nama ku Senia, panggil aja aku nia. Aku seorang bidan usia ku 23 tahun, aku resmi menjadi bidan baru 3 tahun belakangan ini. Walaupun usia ku tergolong relatif muda dan profesi ku sebagai bidan masih sangat kurang berpengalaman walaupun banyak teman sejawat di sekitar tempatku tinggal. Menurut komentar pasien-pasien ku aku orangnya ramah, dan aku tidak pernah menentukan biaya pengobatan. Kata ibu ku, “doa seseorang yang sudah di tolong itu tiada tara”. Itulah aku selalu ingat pesan ibu ku. Aku tak pernah menghitung untung rugi, walaupun terkadang rugi. Buat aku kesembuhan mereka adalah kebahagian ku.

Aku sudah sering kali bekerja dibawah pimpinan seseorang, tapi ternyata aku bukan tipe sosok orang yang patuh dengan pimpinan. Apalagi pimpinan yang tidak memiliki rasa toleransi. Aku lebih senang bekerja sendiri, aku pimpin, dan aku yang mengelola. Karena dengan begitu aku bisa bekerja lebih mandiri. Inilah pendek biodataku.

Tiba-tiba suatu pagi menjelang siang hari, ponsel ku berdering, ku read smsnya ternyata ada salah seorang teman ibuku sakit. Tak heran kalau semua rekan kerja ibu ku yang juga sebagai seorang guru semuanya mengenalku. Apalagi aku selalu cepat saat mereka meminta bantuan, O yang mereka paling suka adalah aku bisa di panggil ke rumah (home visit). Ya wajar dong, mereka suka, jika dihitung mereka yang harus pergi berobat keluar, yang pertama waktu terus, transportasi jika jauh. Toh buat apa yang susah jika ada yang mudah.

Siang itu aku? pergi mengendarai sepeda motor, cuaca panas kebenaran bertepatan hari senin. Hari itu aku puasa senin kamis. Tapi aku tetap semangat, sebenarnya aku bisa pergi dengan mobil om ku yang kebenaran di tinggal tapi terlau rumit, belum suasana hari kerja yang pasti ramai, belum lagi lewat area jalan yang kiri kanannya pasar. Maklum tahta kota di kota ku masih belum beraturan.

Sepanjang perlintasan jalan banyak polisi lalu lintas yang berjaga di jalan. Sebenaranya aku tak begitu takut dengan polisi. Kebenaran kakak ku, paman ku dan pacar ku pun seorang polisi, dan di kota ku juga aku banyak teman anggota polisi, jadi aku tak begitu takut, bukan aku tak menghormati tapi tidak seperti orang yang mendengar nama, “POLISI” mukanya langsung merah. Aku memang belum memiliki SIM, tapi naas hari itu di simpang jalan bunyi peluit terdengar walaupun aku memakai helm tetap saja kedengaran. Ku lihat dari spion tak ada kendaraan di belakang ku. Astagfirulah, gumam ku dalam hati. Berarti peluit buat aku.

Sesorang anggota polantas kira-kira dengan tinggi 185 cm, dengan berat badan ideal, memakai sergam dinas O ciri khasnya rompi hijau, menunjukkan tangannya ke arah ku sambil memberi isyarat untuk minggir. Sial!! gumamku dalam hati. Mau cepat ada aja yang menghambat. Tapi mau tidak mau aku harus mentaati peraturan, ini pun perdana aku berurusan dengan polisi di kota ku sendiri.

“Selamat siang mbak!!” gumam polisi tadi.
“siang juga pak”
“Maaf mbak bisa perlihatkan surat suratnya”, lanjutnya.
‘Mampus’ gumam ku dalam hati, ‘surat cinta’ pikir ku dalam hati, masih dalam pikiran ku sendiri apa yang mau ditunjukin orang SIM tak ada. Dengan nada pelan dan takut akhirnya ku jawab, “maaf pak nggak bawa dompet, ketinggalan di rumah”.
“dimana mbak rumahnya?”
“dekat sinilah pak” jawab ku!
“kerja mbak ya?”
ku pandangi matanya agak tajam, ‘apa ada dalam pertanyaan menilang hal yang baru ia tanyakan’, gumamku dalam hati, ku jawab pelan “iya pak”.
“oh ya mbak lanjutkan perjalanannya”.
‘waw, kok ada polisi kayak ini, aku pikir tadi mampuslah aku hari ini’, gumamku dalam hati, sambil ku lirik lagi sebuah nama di rompi bajunya “REYHAN”, ku lirik lagi tampangnya. Tak salah lagi ini kan sosok lelaki yang sering dibicaran teman-teman dulu sewaktu bekerja. Wajar sempurna, gumam ku dalam hati. Tapi aku tak begitu terpesona karena memang aku pribadi yang setia, dan apapun kekasih ku itu yang paling sempurna dari yang ada di dunia menurut ku.
“Ya pak terimakasih” lanjut ku sambil tancap gas.

Sampailah aku di tempat yang aku tuju, setelah selesai aku pulang. Tak sedikit pun aku memikirkan sosok lelaki yang katanya bisa membius wanita dengan performancenya.

Aku mempunyai kakak angkat yang sudah aku anggap kakak ku sendiri. Entah di setiap bercakap dengannya dia selalu mengolok-ngolok aku. “Nikahlah dek nanti nyesal kalau terlambat nikah”. Nama kakak angkat ku ini Adi, dia sudah sama seperti saudara kandungku sendiri. Muncul lah mulut manisku, “bagaimana mau nikah kak orang pacar aja nggak ada” jawab ku!. “La pacar yang kemaren”, “oh belum jodoh mungkin kak”, sambungku asal. “Cariin dong” sambungku, “ya nanti” jawabnya.

Di setiap pertemuan pasti itu yang selalu dibincangkannya, entah di jalan, di fb. di bbm. Sampai aku bosan menjawabnya, tak tau kenapa. Aku jadi ingat sosok polisi yang pernah menstop ku di jalan sekitar 3 bulan yang lalu, sebuah nama “REYHAN”. Tertawa sendiri ingat nama itu.

Dengan iseng aku bilang dengan kak adi, “ada sih kak orang yang aku kagum” sambil menyebut nama itu. “Oh itu, memang dek kalau lihat cowok ganteng cepet adek tu. Nanti kakak cariin kontaknya”. Secepat kilat kontaknya sudah sampai di tangan ku. tak heranlah mencari kontak seseorang yang satu kantor tak sesulit mencari jarum dalam jerami.

Jujur aku bosan dengan kisah cintaku yang terlalu lama, jenuh. Bukan tak mencintai kekasih ku lagi, tapi jenuh saja karena hidupku hanya satu warna ditambah situasi pajero. Dalam lamunku, ku timbang-timbang harus aku apakan kontak bb ini, harus dengan cara apa, harus bilang apa, aku masih berdialog dengan diri sendiri.

Akhirnya aku beranikan diri, ku invite dia, aku pun diterimanya menjadi teman, dengan cara yang lumayan basi lah ku mulai percakapan. Ternyata dia pun ramah. Komunikasi terjalin terus dari hari ke hari. Hingga aku jadi orang yang kepo, bukan kepo sih sebenarnya informasinya datang sendiri. Ternyata cowok cool ini sudah ada pacar, pacarnya seorang dokter. Waw dengar dokter aja, aku sudah lemas, tapi di dunia kan tak ada yang tak mungkin, dan yang hebat lagi cowok ini kabarnya play boy. Jujur aku sangat suka dengan sesuatu yang bertantangan.

Akhirnya pernah aku beranikan diri menanyakan kebenaran apa yang aku dengar, seperti yang ku duga jawabnya pun bakal mengeles. Tak sama sekali di akuinya, sampai akhirnya aku paksa terus untuk dia mengaku. Akhirnya datang juga pengakuan ini, iya sih dikatakan pacaran tapi jarang bertemu dia jauh. Dikatakan tidak pacaran selalu komunikasi, ujarnya.

Jujur aku bukan tipe wanita yang suka merusak hubungan orang lain, melainkan hubungan ku sendiri berulang kali dikhianati teman sendiri, sakit sekali rasanya, itulah aku tak mau menyakiti karena sakit rasanya disakiti. Tapi di sisi lain jujur perasaan ku sudah naik ke level ke dua, bukan lagi karena kejenuhan. Aku mulai merasa kesepian saat tak mendapat kabar darinya. Maafkan aku hai wanita, ungkapku dalam lamunku. Dari informasi yang aku dapat wanita ini sosok yang sabar walau seringkali disakiti, dia seorang dokter dan dari keluarga tajir. aku tak pernah mempermasalahkan strata karena menurutku semua sama di mata allah. Satu lagi informasi yang aku dapat. bahwa perempuan ini memang sudah dari bangku SMA dia menyukai Reyhan. Sakit rasanya dada ini, karena aku mulai jatuh cinta. Air mata jatuh dari mata ku membasahi pipi, tangis sakit, tangis sedih. Sedih karena aku mencintai kekasih orang, sementara aku sendiri memiliki kekasih ku. Ya allah ampuni dosa ku, ampuni hati yang berkhianat ini, cinta ku telah berkhianat.

Waktu terus berjalan, semakin hari semakin terus komunikasi, hingga pertemuan yang pertama, dia memang Bisa menaklukan hati wanita, hanya mendengar suaranya dan kata katanya saja aku telah jatuh hati. Setelah pertemuan itu aku makin jatuh hati. Aku tak bisa melawan perasaan ini semakin hari aku makin terjatuh. Hari demi hari komunikasi semakin lanjut, walaupun sebenarnya reyhan tipe orang yang cuek dan simpel menurut aku. Dari kata katanya pun simpel, tapi aku bahagia walaupun simpel. Seperti hilang sesuatu jika aku tak mendapat kabar darinya.

Pertemuan ke dua pun terjadi, untuk kali ini aku benar-benar tak bisa mengendalikan perasaan ku. Maafkan aku kekasih ku dan maafkan aku hai perempuan. Kali ini aku benar terjatuh. Reyhan benar-benar membius hati ku. Caranya membuat aku bagai wanita yang paling bahagia. Maafkan cintaku yang telah khianat.